Masalah Bisinis Online di Masa Pertumbuhan

Masalah Bisnis Online di masa pertumbuhan bukan perkara mudah. Bisa dibilang ada mudah dan sulitnya. Dan itu cukup berat juga. Kan ada pepatahnya, yaitu;

Mendapatkan pembeli itu sulit, tapi jauh lebih sulit lagi menjaga kepercayaan.

Mendapatkan produsen juga begitu. Menjaga kepercayaan produsen itu bukan hal mudah, apalagi pas ada kasus, sedih bangets deh. Contoh : Untuk membeli dalam jumlah besar – customer dp dulu, eh pas barang udah diterima. Customernya hilang bak ditelan bumi. Kagak di kasih, udah langganan. Udah gitu, pas gitu tanggal deadline, pabrik nelpon yang intinya nagih pembayaran. Boro-boro bisa bayar, maaf …”itung-itung kalaupun harus jual aset ampe ke kolor-kolor”, hasil penjualan itu aset nggak bakalan bisa bayar itu tagihan. Alhamdulillaah, lolos jugaaa.

Masalah dimasa pertumbuhan bukan itu aja lo. kami yang kini hadir untuk berbagi pengalaman dengan mengambil posisi sebagai Konsultan Internet Marketing(klik untuk baca masalah bisnis online saat baru mulai)- untuk pengusaha kecil & menengah  juga perusahaan, mencatat ada tiga (3) juga masalah para pebisnis online. Yaitu :

Pertama :

Pertama ;
Soal Merekrut dan Mempertahankan staf yang ada. Apa maksudnya. Gini mang / wak / tante. Kan staf dimasa bisnis onlie kita masing ngerintis, kan biasanya diminta bantu mengerjakan banyak hal. Disisi lain, pas sadar bahwa usaha yang kita jalankan ngasilin duit gede, otaknya rada encer tuh. Jadinya dia punya kemampuan cepat untuk merekam langkah-langkah demi langkah yang pernah dia lalui semasa merintis.

Suatu saat, kita meleng – setan lewat. Jadi dah tuh dia resign alias cabut dengan alasan ini itu lah, lalu jadilah kompetitor. Taunya, pas ngecek di jejaring sosial media (sosmed), dan di halaman google. Beuuuhhh….!!! Kalau nggak kuat-kuat mah, … eit jangan bilang bunuh diri yaaakk. Sabar aja. Nikmati aja, rejeki nggak kemana.

Atau, Ntu staf : tetap baek dan setia nie. Apa masalah kelar, beresss.. Nggak. Dimana masalahnya ? antara lain, wawasan, kemampuan, dan cara kerjanya kagak berubah. Sementara tatangan usaha mangkin nganu. DIA UDAH NYAMAN BANGETS dengan posisi dan kerjaanya yang lama. Sementara kita, butuh dia bisa handle kerjaan yang rada ribet dibandingkan dengan pekerjaan lamanya dia.

Disisi lain, kita merekrut nie “pemain” dari “barcelona”. Cakeup kaann, udah pasti dong gajinya bakalan lumayan. Atau minimal sama dah sama ntu staf (walau tipis kemungkinan dapeutnya). Mulai deh, disini bibit komplik muncul. Kalau ngggak bisa ngatasinya, kita yang lagi tumbuh – bisa dipastikan mustahil bisa berkembang.

Kedua :

Yang kedua ini masih beririsan dengan soal yang pertama tadi. Yaitu ; Merekrut tim manajemen yang bagus. Selain masalah salary yang berbeda, merekrut orang baru untuk menjadi tim pada level yang strategis, mendorong terjadinya pergeseran budaya kerja didalam perusahaan. Pergeseran budaya ini udah hukum alam yang wajib dilalui dimasa pertumbuhan. Sementara, usaha yang dijalani belum punya fondasi yang cukup kuat. Jika tak terkelola dengan baik, bisa-bisa nyungseup usaha kita.

Ketiga ;

Merancang Proses yang Stabil dan hemat. Disini puncaknya. Kalau ini lolos. Masalah Bisinis Online mu, aman dah. PRnya tinggal lagi mempersiapkan duplikasi dan multiplikasi usaha. Sambil siap-siap bikin surat wasiat untuk diwariskan ini usaha. Atau tadi, diwakafkan untuk negara atau agama.

Salah satu pilihan pintu masuk dari proses ini adalah menjadikan bisinis online kita sebagai perusahaan yang go public. Mau ya punya perusahaan yang go public. Mau aja, apa mau bangets nie…!. Buat kamu yang usahanya belum go public, sekarang bedo’aja biar bisa go public.

Tapi, walaupun nggak mau go public, jika kamu melakukan konversi dari jualan ke membangun aset, bisnis online kamu nantinya tetap bisa jadi perusahaan diwariskan atau diwakafkan kok.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *